Sampaikan Aspirasi, DEMA FUD Menggelar Dialog Civitas

Oleh : Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo)

Dialog civitas via google meeting

Rabu, 19/08/2020. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta baru saja menggelar Dialog Civitas. Dialog ini mengangkat tema “Komitmen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta dalam mewujudkan visi misi fakultas di masa new normal”.

Ingin tahu kelanjutannya? Klik link di bawah ini yaa..🙌

https://fud.iain-surakarta.ac.id/sampaikan-aspirasi-dema-fud-menggelar-dialog-civitas/

Tak kenal, Maka Kenalan Dulu

Oleh : Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo)

Halo,
Sahabat DEMA FUD IAIN Surakarta. Kembali lagi dengan mimin. Mimin mau ngenalin pengurus DEMA FUD IAIN Surakarta nih, siapa aja sih?
Kuyy simak.. .

Struktur pengurus DEMA FUD 2020

Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah atau biasa disebut DEMA FUD merupakan organisasi internal kampus di tingkat fakultas. DEMA FUD berada di bawah naungan dan arahan Dekan FUD yaitu Bapak Dr. Islah, M. Ag. Selain itu juga ada Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan & Kerajasama selaku penanggung jawab DEMA FUD yaitu Bapak Dr. Kholilurrohman, M.Si.

Ketua umum DEMA FUD periode kali ini (2020) adalah Eko Aji Arabbiyanto mahasiswa prodi Manajemen Dakwah tahun 2017. Selain itu ketua juga didampingi oleh sekretaris, bendahara dan ketua bidang yang masuk dalam Badan Pengurus Harian (BPH). Selanjutnya untuk membantu berjalannya roda organisasi maka dibentuklah departemen-departemen. Departemen Pengembangan Potensi Sumber Daya Mahasiswa (PPSDM) dan Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) yang dikoordinir oleh ketua bidang Internal, serta departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dan departemen Dakwah dan Budaya yang di koordinir oleh ketua bidang eksternal.
Untuk daftar pengurus selengkapnya bisa dilihat di Bagan yaa.

Bincang Seru di Obrolan Buku “Ingin Saleh Boleh, Merasa Saleh Jangan”

Buku Ingin Saleh Boleh, Merasa Saleh Jangan

Oleh : Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo)

(Jum’at/12/06/2020) Akhir Pandemi ini, tidak jauh-jauh dari segala aktivitas yang berkaitan dengan online, khususnya pembelajaran. Entah itu belajar agama atau belajar ilmu lain. Seperti kebanyakan orang pasti pernah melakukan maupun mengikuti obrolan buku bukan?
Ngomongin soal obrolan buku, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) 2020 baru saja menggelar obrolan buku online yang berjudul Ingin Saleh Boleh, Merasa Saleh Jangan. Nah, obrolan buku ini tentu ditemani pemantik yang kece dan pastinya seru. Siapa sih? Tidak usah jauh-jauh, DEMA FUD 2020 mempersembahkan dosen (muda) FUD seperti Bapak Abraham Zakky Zulhazmi., M.A.Hum., kemudian Bapak Nur Rohman., M.Hum. dan Bapak Alfin Miftahul Khairi., M.Pd., tidak lupa dipandu oleh moderator Saudari Ayu Ratna dan pembawa acara Saudari Iga Aryani yang tidak kalah kece, sekaligus panitia dari DEMA FUD 2020. Kemudian peserta obrolan ialah mahasiswa IAIN Surakarta dan kalangan umum (mahasiswa kampus lain, ada juga anak yang duduk di bangku Madrasah Aliyah) tentunya berasal dari berbagai daerah yang pastinya bukan hanya wilayah Surakarta dan sekitarnya.

Obrolan buku online ini digelar sore hari jam 2 sampai selesai bisa sambil tiduran, memasak, mengerjakan tugas maupun kegiatan lain. Adapunan susunan acara seperti pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan CV oleh moderator, pengantar kata dari moderator, pembacaan materi oleh pemateri, sesi tanya jawab, closing statement dari para pemateri, hingga penutup oleh ketua DEMA FUD 2020 dan pembawa acara. Setelah pembukaan, pembacaan CV dan pengantar kata disambung dengan sambutan pertama yakni Bapak Abraham Zakky Zulhazmi., M.A.Hum. sedikit cuplikannya, secara ringkas buku ini merupakan kumpulan esai yang ditulis oleh dosen muda IAIN Surakarta yang dimuat dan dibukukan oleh web islamsantun.org.

Meski banyak tema dari buku ini tetapi kalau disimpulkan menjadi susunan kata ‘kalau mau saleh boleh sebenarnya, tapi merasa saleh jangan seperti pernyataan pengin pintar boleh, tapi merasa pintar jangan. Sambutan pemateri yang selanjutnya disampaikan oleh Bapak Nur Rohman., M. Hum. sedikit cuplikannya, buku ini lahir dari tantangan Pimred (Pimpinan redaktur) islamsantun.org yang merupakan salah satu penulis buku ini juga, beliau menantang untuk menulis pada bulan ramadan one day one article (satu hari satu artikel) yang akhirnya pada 2020 ini berhasil diterbitkan atau dibukukan tulisan-tulisan tersebut. Beliau (Bapak Nur Rohman) juga menyinggung bahwa menulis tentang bagaimana prasyarat seorang itu menuntut ilmu sesuai dengan ajaran Imam Syafi’i. Hingga sambutan materi yang ketiga ialah Bapak Alfin Miftahul Khairi., M.Pd. juga memaparkan cuplikan dari materi adalah saleh tidak melulu dipandang melalui tampilan fisik maupun luar, tetapi lebih kepada amalan atau internalisasi nilai-nilai keislaman yang ada di dalam diri masing-masing baik dari perilaku, bahasa, pakaian dan sebagainya. Demikianlah pemenggalan sambutan dan cuplikan sedikit materi yang disampaikan oleh pemantik.

Materi demi materi disampaikan dengan santai tetapi begitu mengena di hati. Gaya penyampaian lugas serta menarik (dalam artian bahasa yang digunakan tidak jauh dari bahasa sehari-hari yang sering dipakai kaum muda sekarang) yang memudahkan pemahaman bagi peserta dari obrolan tersebut. Selesai penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, bagi penanya sangat antusias melontarkan pernyataan yang luar biasa kemudian para pemateri menjawab satu persatu pertanyaannya. Hingga acara closing statement oleh para pemateri salah satunya mengajarkan agar hidup jangan lelah dalam menebarkan kebaikan serta bermanfaat bagi sekitar, lalu disambung dengan penutupan yang ditutup oleh Ketua DEMA FUD 2020 Saudara Eko Aji Arabbiyanto kemudian pembawa acara mengumumkan peserta yang mendapatkan doorprize sebuah buku “Ingin Saleh Boleh, Merasa Saleh Jangan” atas nama Lilis Sri Rejeki (Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia/IAIN Surakarta).

Serba – Serbi Ramadan : Program Ngaji Online bersama Dosen FUD IAIN Surakarta

Dekan FUD IAIN Surakarta

Oleh : Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo)

(Sabtu), 23/05/2020 belum ada kata usai soal pandemi di tengah masyarakat Indonesia saat ini, Physical distancing memang tetap berjalan, lalu aktivitas daring menjadi solusi untuk persoalan ini.

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Surakarta menggelar program Mukaddimah – Ngaji Ramadan. Program itu merupakan sebuah kajian yang membahas tentang seputar ramadan, dengan ditemani oleh Dekan Fakultas, Wakil Dekan III beserta salah satu Dosen Fakultas menjadi kebanggaan tersendiri khususnya bagi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) menambah pengetahuan dalam bidang agama, karena mendengarkan ceramah masing-masing.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 13 Mei sampai 21 Mei 2020. Meski tak rutin setiap hari, tapi kegiatan tersebut tetap berkesan saat daring berlangsung. Lalu kegiatan ini dilakukan melalui video singkat yang kemudian di kirim dan disebar luaskan melalui media sosial (medsos), jadi tak ada istilah melewatkan momen tersebut.

Semangat Ramadhan dalam Pandemik Covid-19

Oleh : Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa

Sudah satu bulan lebih sistem WTH (Work From Home) diberlakukan. Sudah satu bulan juga mahasiswa kuliah dengan sistem daring ini. Karena kasus pandemik Covid-19 belum kunjung selesai juga. Kasus yang semakin hari semakin bertambah jumlah pasien yang terindikasi positif Covid-19. Namun, sejauh ini pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 juga sudah mencapai sekitar 1000 orang telah dipulangkan.

Jika melihat dari fakta banyak pasien yang dinyatakan sembuh semakin meningkat. Tentunya kabar ini membuat kita semakin optimis. Bahwa Indonesia bisa melawan pandemik ini. Sehingga harapan untuk segera terbebas dari pandemik segera terwujud.

Tak terasa kita sudah mulai memasuki akhir bulan Sya’ban. Yang berarti sebentar lagi akan datang bulan suci Ramadhan yang telah dirindukan oleh seluruh umat islam dimanapun berada. Namun, Ramadhan tahun ini nampaknya menoreh sejarah. Karena ini merupakan pertama kalinya kita melaksanakan puasa wajib ditengah wabah.
Kemenag menghimbau untuk melaksanakan ibadah dirumah saja. Seperti sholat tarawih, tadarus, buka bersama, dan kegiatan lainnya. Bahkan untuk pengajian juga dialihkan melalui sistem daring. Dengan memanfaatkan sosial media yang ada. Selain itu, terdapat sebuah wacana dibeberapa daerah akan diberlakukan zakat fitrah online dengan pembayaran via transfer. Hal ini, membuat banyak masyarakat merasa sedikit kecewa karena merasa kurang afdol jika tidak ibadah di masjid. Namun, bagaimana pun juga fatwa ulama bertujuan untuk kebaikan umat itu sendiri.

Hikmah yang dapat kita petik adalah kita mempunyai waktu yang lebih banyak. Misalnya, kita bisa fokus mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Dengan cara memperbanyak amal ibadah walaupun hanya dilakukan dirumah. Dan pastinya kita mulai bosan untuk tetap dirumah. Namun, semangat untuk menyambut bulan Ramadhan harus tetap ada dong.

Di bulan ramadhan kita harus tetap produktif, jangan karena alasan puasa kita sebagai mahasiswa bermalas-malasan sehingga todak semangat. Banyak cara yang dapat kita manfaatkan untuk mengisi waktu luang di bulan ramadhan saat pandemik. Misalnya mengisi waktu luang dengan menulis bagi yang suka menulis. Dengan menulis kita bisa merasakan seperti bermeditasi. Dengan menulis, kita akan merasa lebih rileks. Karena kita bisa mengekspresikan diri melalui tulisan sesuai ide yang muncul.

Selain menulis, kita juga perlu diperbanyak membaca. Bisa membaca melalui buku, bisa tentang ilmu pengetahuan baik secara ilmiah ataupun moril. Atau bisa juga dengan melakukan hal yang baru. Selain itu, kita juga perlu mempertahankan sistem imun/ menjaga kesehatan saat puasa.

Cara menjaga kesehatan selama pandemik Corona adalah

  • menghindari makanan yang mengandung gula tambahan dan minyak jenuh yang berlebih,
  • menerapkan pola makan yang bernutrisi seimbang,
  • meminum suplemen vitamin bila diperlukan, dan
  • diperbanyak minum air putih.

Dan jangan lupa untuk selalu bersyukur bagaimanapun keadaannya. Tetap berpikir positif agar mental juga terjaga. Serta selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Semoga pandemik ini segera berakhir, dan selamat menunaikan ibadah puasa teman-teman.

Sharing Singkat Terkait COVID-19

Oleh : Departemen Dakwah dan Budaya

Saat ini dunia sedang mengalami bencana yang sangat besar, yaitu virus Corona. Virus corona atau virus yang berbentuk seperti mahkota ini menyerang imunitas tubuh seseorang seperti sistem pernapasan. Virus ini juga bisa menyerang siapa saja baik bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil maupun seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes mellitus dan paru-paru. Maka penting bagi kita untuk mengenal gejala-gelaja virus corona ini seperti demam dengan ketentuan suhu diatas 38 derajat celcius, batuk dan sesak napas.

Virus ini mengakibatkan banyak orang meninggal dan menghentikan semua kegiatan di segala bidang karena penyebaran virus ini melalui udara dan interaksi antara orang yang terjangkit dengan orang di sekitarnya. Virus ini juga penyebarannya tidak bisa dilihat menggunakan mata telanjang karena itu virus ini sangat ganas. Maka disarankan bagi kita untuk menghindari suatu kegiatan yang sifatnya kerumunan, jika sedang diluar maka tangan kita harus senantiasa bersih dan hindari untuk memegang bagian wajah terutama hidung. Virus corona ini bisa dicegah dengan menggunakan sabun, hand sanitizer maupun disenfektan ataupun zat-zat yang dapat membasmi virus.

Hal ini membuat pemerintah di setiap negara untuk mengintruksikan masyarakatnya melakukan social distancing dan mengisolasikan diri di rumah supaya dapat mencegah penyebaran virus ini yang semakin hari semakin luas. Sosial distancing adalah mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung. Dengan adanya hal tersebut, saya ingin memberikan beberapa tips supaya kegiatan kita tetap produktif ketika melakukan social distancing. Berikut kegiatannya:
1. Tetap menjaga kebersihan rumah
2. Olahraga dan berjemur untuk mendapatkan UvB dari sinar matahari. UvB ini bagus untuk kesehatan sebagai vit. D loh, UvB ini juga bagus untuk kekebalan imun kita supaya tidak gampang terjangkit dari covid-19
3. Punya waktu luang bersama keluarga seperti berkumpul, bercerita, bersenda gurau.
4. Jangan lupa dengan belajarnya ya, walaupun pembelajaran jarak jauh tetap belajar ya
5. Menambah literatur bacaan.
6. Bagi yang muslim bisa dengan rajin membaca Alquran lebih lagi kalau bisa mengkhatamkan Alquran.

Semoga tips tersebut bermanfaat dan kita semua tetap diberi kesehatan oleh Allah SWT.

Berjuang Bersama, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta Salurkan Donasi Penanggulangan Covid-19 di RS Dr.OEN SOLO BARU

Oleh : Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo)

Selasa, (14/04/2020) di tengah pandemi COVID-19, Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Surakarta memberikan dukungan dan menyalurkan donasi di Rumah Sakit (RS) Dr. OEN SOLO BARU. Donasi yang terkumpul sebanyak Rp 3.900.000.

Donasi ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19. Mengingat terbatasnya persediaan sarana dan prasarana medis seperti alat pelindung diri (APD), masker, sarung tangan, obat-obatan, dan lain-lain.

Terimakasih diucapkan untuk seluruh mahasiswa FUD yang telah ikut berpartisipasi. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap bangsa. (Puput Enggar/KPI)

Well-Being Mahasiswa di Tengah Pandemi Wabah Covid-19

Oleh : Departemen Pengembangan Potensi Sumber Daya Mahasiswa (PPSDM)

Belakangan ini, dunia sedang menghadapi pandemi wabah yang dijuluki Covid-19 (Coronavirus disease-2019). Seluruh aktivitas banyak yang dihentikan sebagai usaha untuk memutus rantai penularan virus Covid-19 tersebut. Banyak daerah di Indonesia yang sudah ditetapkan sebagai zona merah, aktivitas apapun mulai dialihkan ke sistem daring (dalam jaringan) atau yang biasa dikenal dengan  istilah “online”, termasuk dunia perkuliahan yang dialihkan ke kuliah daring dengan memakai aplikasi atau sistem yang mendukung. Namun, dibalik itu semua ada banyak keluhan yang disampaikan oleh para mahasiswa melalui meme, pamflet, curhatan di medsos, dan lain sebagainya. Sejumlah mahasiswa menilai sistem perkuliahan yang dilakuakan secara daring ditengah eskalasi wabah pandemi Covid-19 ini perlu dikaji atau disesuaikan, mahasiswa juga mengeluhkan terkait kebutuhan paket data yang otomatis akan meningkat dari hari-hari biasanya.

Menangggapi keluhan mahasiswa terkait kuliah daring, dalam ilmu psikologi ada pembahasan terkait well-being, dalam hal ini kita bisa mengamati lebih lanjut terkait pengaruh well-being dalam diri mahasiswa dengan adanya kebijakan physicial distancing dan juga kuliah daring. Psychological well-being merujuk pada perasaan seseorang mengenai aktivitas hidup sehari-hari. Segala aktivitas yang dilakukan oleh individu yang berlangsung setiap hari di mana dalam proses tersebut kemungkinan mengalami fluktuasi pikiran dan perasaan yang dimulai dari kondisi mental negatif sampai pada kondisi mental positif. (Bradburn dalam Ryff & Keyes,1995). Ryff (1989) juga menyatakan ada enam dimensi yang membentuk psychological well-being yakni penerimaan diri (self-acceptance), hubungan positif dengan orang lain (positif relation with others), otonomi (autonomy), penguasaan lingkungan (environmental mastery), tujuan hidup (purpose in life), dan pertumbuhan pribadi (personal growth).

Dari sini, kita dapat melihat adanya pengaruh well-being pada diri mahasiswa dalam menghadapi keadaan yang serba “online”. Pendapat mahasiswa mengenai kebijakan kuliah online ini sangat beragam, dilansir dari tirto.id “kuliah offline ataupun online sama saja. Tapi kalau kuliah online ada sesuatu yang berbeda, contohnya adalah ada sebuah kedekatan emosional dosen dan mahasiswa lewat chat. Karena kebanyakan dosen kan cuek ketika dichat maupun ditanya. Tapi dengan adanya hal demikian (kuliah online), dosen sendiri bisa terbuka kepada mahasiswa meskipun lewat chat”. (Tirto.id). Ada pula yang menganggap bahwa kebijakan kuliah online kurang efektif, seperti yang dilansir dari kompas.com “Harusnya ada penugasan. Ya seperti di Malaysia juga gitu. Penugasan itu bisa bersifat offline. Merekam kuliah di Youtube lebih efektif, atau merekam di Soundcloud, atau podcast. Mahasiswa tidak harus segera hadir secara online. Ini pandemi, bukan perlombaan produktivitas, waktunya jeda buat semua untuk jaga kesehatan diri juga”. (Kompas.com)

Dari pemaparan di atas, bisa diketahui bahwa weil-being dalam diri seseorang akan mempengaruhi penyikapannya terhadap suatu hal yang terjadi. Konsep kesejahteraan terdiri dari dua elemen utama: merasa baik dan berfungsi dengan baik. Perasaan bahagia, puas, senang, ingin tahu, dan keterlibatan adalah karakteristik seseorang yang memiliki pengalaman positif dan selalu berpikir positif dalam hidup mereka. Mengalami hubungan positif, memiliki kendali atas kehidupan seseorang dan memiliki perasaan memiliki tujuan adalah semua atribut penting dari kesejahteraan.  


Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Perkuat Koordinasi dan Sinergi, DEMA FUD IAIN Surakarta menggelar Sarasehan antar Ormawa FUD

Foto Ormawa FUD dalam rangkaian kegiatan Sarasehan

Oleh : Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo)

Jum’at (13/03/2020), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) menggelar kegiatan sarasehan antar Organisasi mahasiswa (Ormawa) dalam satu fakultas. Kegiatan dilaksanakan di gedung FUD ruang 307. Kegiatan ini mengangkat tema “merajut silaturahmi, membangun sinergi”.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari Tujuh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) dan Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Masing-masing perwakilan secara bergantian menyampaikan dan mendiskusikan program kerja selama satu periode ke depan. Kegiatan ini juga sekaligus bertujuan untuk menampung aspirasi dari ormawa FUD.

Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB. Diawali dengan pembacaan Tilawah Qur’an oleh Dimas Elfian, setelah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan sambutan-sambutan oleh Indah Aprianti selaku Ketua Pelaksana dan Eko Aji Arabbiyanto selaku Ketua DEMA FUD. Lalu dilanjutkan serangkaian kegiatan lainnya.

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan, selain bertujuan mempererat silaturahmi antar ormawa, juga bertujuan membahas proker dan arah gerak ormawa FUD satu periode kedepan”, ujar Indah selaku ketua pelaksana sarasehan.
Sarasehan berjalan dengan khidmat dan lancar hingga akhir. Kegiatan ditutup dengan foto bersama. (Puput Enggar/KPI)

Kegiatan Mencetak Karakter oleh Mahasiswa

Oleh : Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo)

Pengadaan kegiatan Workshop Penguatan Kelembagaan Mahasiswa yang bertema ” Menyegarkan Kembali Kajian Keislaman Progresif” oleh Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, IAIN Surakarta yang dilaksanakan pada Selasa, 18 Februari 2020 di Yogyakarta.

Lebih lanjutnya di sini, klik link di bawah ini ya..

👇

Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta Mengadakan Workshop Penguatan Kelembagaan Kemahasiswaan Tahun 2020

Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai